Friday, 16 March 2012

Kupasan "Mengapa Islam Mengharamkan Babi"


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya

Allah ta.ala berfirman:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging haiwan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya
 (QS: Al Maidah ayat 3).

Nabi SAW juga sudah memperingatkan bahwa tiap-tiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka adalah tempat yang pantas baginya !
Dan Allah berfirman dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik-baik
(QS. Al Araf: 157)

” Islam telah melarang makan babi, bangkai, darah dll.


analisis kimia dari babi dan darah babi menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dg kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh,

dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:

1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus

2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.

3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.

4. Penyakit pengelupasan kulit.

5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.


Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi

1. Babi adalah haiwan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi haiwan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.



Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, haiwan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang boleh dimakan di hadapannya. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran haiwan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

2. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia –Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular– menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.

3. Jika anda menuangkan Coca Cola (air soda) di satu irisan yang tebal daging babi, tunggu sebentar, anda akan dapat melihatcacing-cacing keluar merayap..

4. Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah tahu. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandungi kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandungi asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia.



5. Daniel S. Shapiro, M.D., Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts dan juga merupakan Penolong Profesor Perubatan di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts,merumuskan terdapat lebih daripada 25 penyakit yang bisa di jangkiti dari babi. Di antaranya ialah:
• Anthrax

• Ascaris suum

• Botulism

• Brucella suis

• Cryptosporidiosis

• Entamoeba polecki

• Erysipelothrix shusiopathiae

• Flavobacterium group IIb-like bacteria

• Influenza

• Leptospirosis

• Pasteurella aerogenes

• Pasteurella multocida

• Pigbel

• Rabies

• Salmonella cholerae-suis

• Salmonellosis

• Sarcosporidiosis

• Scabies

• Streptococcus dysgalactiae (group L)

• Streptococcus milleri

• Streptococcus suis type 2 (group R)

• Swine vesicular disease

• Taenia solium

• Trichinella spiralis

• Yersinia enterocolitica

• Yersinia pseudotuberculosis

1 HAL YANG PERLU DIKETAHUI BAHWA CACING-CACING INI DAN BAHKAN TELURNYA SAJA TIDAK AKAN MATI MESKI DAGING DIMASAK DENGAN SUHU 100% CELCIUS !!! CACING HANYA AKAN MATI JIKA DIMASAK DENGAN SUHU YANG JAUH LEBIH TINGGI, NAMUN, SUHU YANG TERLALU TINGGI INI AKAN MERUSAK DAGING DAN MALAH DAGING TERSEBUTLAH YANG AKAN BERBAHAYA BAGI MANUSIA MESKI CACING-CACINGNYA MATI.

Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.

Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan,
yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan,
sembari membiarkan urat-urat danorgan organ lainnya utuh.
Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya,
sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.

Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher ?
karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya?
Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Allah SWT jelas telah MENGHARAMKANNYA BABI


a. QS. Al Baqoroh (2) : 173
b. QS. Al Maa’idah (5) : 3
c. QS. Al An `Aam (6) : 145
d. QS. An Nahl (16) : 115

Rasulullah SAW juga telah menegaskan babi lebih banyak mudhorotnya.

KENYATAAN DILAPANGAN TENTANG BABI :


Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds). Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya.

Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia.Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler)
menyatakan:
“Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandungi parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ºC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).

Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) ,
dan radang pada sendi-sendi.

Sekitar th 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak.

Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit “cacing pita” merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

seorang profesor telah meneliti struktur DNA babi. Sesuatu yang mengejutkan ternyata, struktur gen babi itu mirip dengan struktur gen manusia. Jadi dapat dikatakan gen babi = gen manusia, jadi sama dengan kita memakan daging manusia (=kanibal), subhanallah.
Jadi ada betulnya artikel tadi mengatakan kalau kita memakan babi bukan tidak mungkin karakter babi menempel pada kita, tidak pada kita, bisa jadi pada keturunan kita !
seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.

Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainny
Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%
Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%
Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%

Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan?



Kita boleh jawab:

di dalam tubuh babi ada hal yang boleh kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya.

Namun jika dia masih juga berselingkuh tentang babi, maka paling tidak dia harus boleh membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

Lebih dari itu, babi ialah sebagai ujian keimanan kita. Para Nabi dan Para Rasul serta Para sahabat langsung “SAMI’NA WA TO’NA” begitu ayat pengharaman babi ini turun tanpa perlu dijelaskan secara ilmiah dengan bukti ini & itu. Mengapa kita perlu penjelasan panjang lebar dahulu baru menerimanya?


Dan berbahagialah kita sebagai muslim kerana kita lah yg mengamalkan semua itu, Qur’an telah memurnikan ajaran-ajaran yg telah hilang & tak dilaksanakan oleh ummat terdahulu yang ingkar pada kitabnya sendiri.
waAllahualam.

Saturday, 10 March 2012

Copy Paste Ilmu...tak salah kan?

Bismillahirahmanirahim....

Minta izin ye para-para penulis blog..
erm..ermm.ermmm
 Main copy paste je ilmu Allah dari anda semua. Jika ternampak ilmu anda ada diruang ini. Halalkanlah ye..tak de niat apa-apa pun..just nak cari dan terapkan ilmu agama ni untuk perbaiki hidup je..Thanks

HATI,PERASAAN,NAFSU SERING MEMBERONTAK BERTANYA-TANYA..


KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
QURAN MENJAWAB

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
- Surah Al-Baqarah ayat 216
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
And here is the rest of it.
QURAN MENJAWAB

”Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. “
- Surah Al-Baqarah ayat 286
KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST?
QURAN MENJAWAB

”Jgnlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.”
- Surah Al-Imran ayat 139
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB

”Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). “
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB

”Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”
- Surah Al-Baqarah ayat 45
KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
QURAN MENJAWAB

”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka... ?
- Surah At-Taubah ayat 111
KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
QURAN MENJAWAB

”Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. “
- Surah At-Taubah ayat 129
KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
QURAN MENJAWAB

”... ..dan jgnlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”
- Surah Yusuf ayat 12
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
QURAN MENJAWAB

”Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (“I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3


TIPS BAGAIMANA UNTUK MENGUBAH PERSEPSI
Untuk mengubah persepsi negatif yang bersarang di dalam minda ke persepsi positif dan bagaimana untuk melatih diri kita supaya sentiasa melihat pada nilai-nilai positif bermula hari ini.

”Untuk merubah persepsi dari terus terdorong untuk memikirkan yang negatif supaya sentiasa menjadi positif:-

Ada banyak cara sebenarnya memadai kita berkongsikan 5 tips:

1. Bila bangun pagi, puji 3 orang yang kita kagumi setiap hari.
Ambil idola yang menjadi pujaan hati kita, sesiapa sahaja janji kita kagum dengan pencapaian dia. Puji dengan ikhlas, seikhlas yang mungkin. Biar rasa kagum tu meresap ke dalam hati.

Pada peringkat permulaan, agak payah sikit, bila buat tiap hari, ia akan jadi kebiasaan dan membuat kita bersemangat di awal pagi. Tarik nafas dalam kiraan 7 saat, tahan dalam kiraan 7 saat, kemudian hembus perlahan-lahan dan kiraan tujuh saat. Buat 3 atau 4 kali.

2.Semasa mandi, sewaktu air tu menyiram badan, panjatkan rasa syukur atas segala nikmat dan rahmat yang dilimpahkan oleh YA RABB dalam hidup kita, yang nampak dan yang tak nampak.

Ucapkan syukur semasa sarapan pagi dan ketika mula buat kerja hingga sebelum nak tidur, atas segala nikmat lalu dan yang akan datang. Misalnya, sebut “Thank you Allah, for all that I have and for all that i’ve received”.

Sebab, semakin kita bersyukur dengan ikhlas, semakin ditambahkan nikmat dalam hidup kita, lalu semakin positif kita jadinya dan segala urusan dipermudahkan, masalah diringankan.


3. Bila melihat orang lain, mendengar berita, atau terlihat situasi-situasi lain, kawal kata-kata dalam hati dan yang terlintas di dalam minda. Latih diri untuk memandang pada aspek-apek positif yang wujud.

‘Paksa’ minda untuk melihat pada nilai yang baik-baik. Latih diri dan latih minda, di samping mengawal setiap kata-kata yang ada di dalam hati.

Seperti latihan lain, ia perlukan disiplin. Bila selalu lakukannya, ia akan jadi kebiasaan.

Bila dah jadi kebiasaan, akan dapat menjana fikiran positif dan terdorong memandang yang positif saja.

4. Buat keputusan muktamad untuk menjadi orang yang berfikiran positif. Jauhkan diri dari mendengar kata-kata umpatan, caci maki, geram, marah, tak puas hati, menyampah, menghina dan yang serupa, sebab bila layan semua ni, ia akan masuk ke dalam minda.

Caranya nak elak ia masuk, beristighfar sebanyak mungkin sehingga rasa insaf tu meresap jauh ke dalam diri kita. Bila rasa kita tak bersemangat, fikirkan orang lain yang lebih susah dari kita serta yang lebih parah hidupnya dari kita, serta merta akan terbit rasa syukur kerana hidup kita sekarang lebih baik daripada mereka. Kesannya, kita akan bermotivasi.



5. Selalu bersangka baik pada semua orang, semua keadaan situasi, perkara, benda dan apa saja. Bersangka baik, akan dibalas baik dan akan ditemukan dengan situasi yang baik-baik, orang yang baik-baik dan benda yang baik-baik kesan daripada itu.

Kalau asyik bersangka buruk dan memberi respon buruk di hati kita, Kita akan ditemukan dengan situasi-situasi yang buruk juga. Tak ada siapa yang nak dirinya asyik ditimpa situasi buruk. Ubah mindset dan kemudian kita boleh ubah hidup kita.

Kita ibaratkan seperti menanam benih dalam minda, sirami dengan fikiran yang baik-baik dan hasilnya, sudah tentu hati yang baik.

Friday, 9 March 2012

PANDUAN DOA MAKBUL


BERDOA merupakan salah satu daripada elemen yang penting dalam kehidupan seorang muslim. Ia merupakan pengakuan hamba terhadap kekuasaan Allah yang mutlak terhadap segala yang berlaku, manakala dari segi yang lain pula ia adalah bentuk pengabdian seorang hamba kerana hadirnya perasaan berhajat kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Berdasarkan ini, doa mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah dan Allah menyukai orang yang berdoa kepadaNya. Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Dalam hadis yang lain pula, daripada Abdullah bin Mas‘ud Radhiallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Mohonlah kebaikan/kelebihan daripada Allah kerana sesungguhnya Allah suka diminta kebaikan/kelebihan dan sebaik-baik ibadah adalah menunggu kelapangan (terlepas daripada kesusahan).”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Doa adalah penggerak dalaman yang memberikan kekuatan, keyakinan, harapan dan keberkatan dalam apa jua amal perbuatan. Maka tidak hairan di dalam Islam setiap langkah sesuatu perbuatan, ada doa-doanya tertentu yang digalakkan supaya diamalkan sama ada sebelum memulakan sesuatu perbuatan ataupun selepas melakukannya.
Semua ini tidak lain, bagi menggalakkan orang-orang Islam agar sentiasa berdoa dan bagi menggambarkan bahawa berdoa itu adalah salah satu daripada keperluan yang penting di dalam mencari keberkatan, keredaan dan perlindungan Allah sepenuhnya pada mencapai segala apa yang dilakukan.
Sebab itu orang yang enggan berdoa bukan sahaja dia telah menutup bagi dirinya berbagai-bagai pintu kebaikan, malah dia juga akan mendapat kemurkaan daripada Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
“Sesungguhnya orang yang tidak meminta (berdoa) kepada Allah, Dia (Allah) marah kepadanya.”
Kelebihan atau fadhilat doa itu amat besar dan banyak sekali. Melalui doa, keampunan dan rahmat diperolehi, dan melalui doa juga musibah dan kesusahan terhindar. Pendeknya, jika Allah menghendaki dan merestui doa hambanya, tiada ada satu daya kuasa pun yang dapat menghalangnya dan Allah tidak akan mensia-siakan keikhlasan orang yang berdoa.
Allah Ta‘ala berfirman di dalam surah Al- Baqarah ayat 186 yang tafsirnya :
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): “Sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik dan betul.”
Imam Al-Ghazali Rahimahullahu Ta‘ala berkata:
“Jika ada orang bertanya, apa manfaat doa itu padahal qada (ketentuan Allah) tidak dapat dihindarkan. Ketahuilah bahawa qada juga boleh menghindarkan suatu bala dengan berdoa. Maka doa adalah menjadi sebab bagi tertolaknya suatu bala bencana dan adanya rahmat Allah sebagaimana juga halnya bahawa perisai adalah menjadi sebab bagi terhindarnya seseorang daripada senjata dan air menjadi sebab bagi tumbuhnya tumbuh-tumbuhan di muka bumi.”




Perkara ini diperkuatkan lagi dengan firman Allah di dalam surah Ar-Ra‘d ayat 39 yang tafsirnya :
“Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya dan Dia juga menetapkan apa jua yang dikehendakiNya. Dan (ingatlah) pada sisiNya ada ibu segala suratan.”
Manakala daripada Salman Radhiallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
“Tidak tertolak qada itu melainkan oleh doa dan tidak bertambah di dalam umur itu melainkan oleh kebajikan.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Dalam menghuraikan hadis di atas, pengarang kitab Bahr Al-Madzi membawakan masalah qadha mubram dan qadha mu‘allaq tentang makna kedua-dua jenis qadha itu dan hubungannya dengan doa: “(Kata ulama) Qadha Mubram itu ialah suatu yang ditentukan Allah di dalam ilmunya tiada boleh diubah dan tiada boleh ditukar akan dia dan Qadha Mu‘allaq itu seperti suatu perkara yang berta‘liq sekiranya engkau berdoa nescaya diperkenankan apa-apa doamu dan jika sekiranya engkau berbuat kebaktian dan silaturrahim nescaya dipanjangkan umurmu dan sekiranya tiada diperbuat kebaktian dan tiada berdoa, maka tiadalah diperkenankan dan ditambah umur menurut dan bertentang dengan barang yang di dalam ilmuNya. Maka qadha mu‘allaq itulah yang ditolak oleh doa.” (Lihat Bahr Al-Madzi 13-14/196)
Adapun kelebihan orang yang berdoa itu sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan daripada Salman Al-Farisi yang maksudnya :
“Sesungguhnya Allah itu Hidup dan Maha Pemberi, Dia malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya kepadaNya lalu Dia mengembalikan kedua tangannya (membalas doa orang itu) dalam keadaan kosong serta rugi.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Di dalam ayat dan hadis tersebut, jelas diterangkan bahawa apabila seorang hamba berdoa kepada Allah, nescaya Allah akan mengabulkan doanya dan tidak akan membiarkan doanya itu kosong sahaja.
Tetapi perlu diingat bahawa untuk mendapat doa yang dimakbulkan, adab-adab atau peraturan berdoa mestilah dipelihara oleh setiap orang yang berdoa. Jika seseorang memohon sesuatu kepada seorang raja, dia akan menjaga adab-adab dan peraturan-peraturannya dari berbagai-bagai segi, maka berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala tentulah lebih patut lagi dia menjaga adab dan tatacara berdoa agar doa yang dipanjatkan akan dimakbulkan.
Di antara tuntutan-tuntutan dan etika di dalam berdoa itu ialah:

1. Memelihara sumber rezeki seperti makanan, minuman dan pakaian daripada sumber yang haram sebagaimana diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Wahai manusia! Sesungguhnya Allah itu baik (suci bersih daripada segala kekurangan), Dia (Allah) tidak menerima kecuali yang baik (halal), dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul.” Maka Dia (Allah) berfirman: “Wahai para rasul makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan kerjakanlah amal-amal salih; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-Mu‘minun: 51) Dan Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah daripada benda-benda yang baik (halal) yang telah Kami berikan kepada kamu” (Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah menyebutkan berkenaan seorang lelaki yang melakukan perjalanan yang jauh, yang kusut rambutnya lagi berdebu, dia menadahkan tangannya ke langit sambil (berkata): “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku (berdoa), (padahal) makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan yang haram,bagaimana doanya itu hendak dimakbulkan?”
(Hadis riwayat Muslim)


2. Berwudhu dan memulakan serta mengakhiri doa dengan menyebut dan memuji-muji nama Allah serta memberi selawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Daripada Abu Musa Radhiallahu ‘anhu berkata yang maksudnya :
“Aku datang masuk ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang Baginda di atas katil yang ditenun dengan tali dan di atasnya hamparan. Tenunan tali pada katil itu membekas pada punggung dan kedua lambung Baginda, lalu aku memberitahu kepada Baginda akan berita kami dan berita Abu Amir (yang terbunuh di dalam peperangan Awthas) yang berkata (kepadaku): “Katakanlah kepada Nabi, mintakanlah keampunan untukku” Lalu Baginda minta diambilkan air maka Baginda pun berwudhu. Kemudian Baginda mengangkat kedua tangannya lalu berdoa: “Ya Allah! Ampunilah Ubaid Abu Amir.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Doa adalah zikir (mengingati) kepada Allah. Berdasarkan ini diriwayatkan daripada Muhajir Bin Qunfudz Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
“Sesungguhnya dia (Muhajir bin Qunfudz) datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang Nabi membuang air kecil. Maka dia memberi salam kepada Baginda, maka tidak dijawab oleh Baginda sehinggalah Baginda berwudhu kemudian memberikan alasan kepadanya dengan bersabda: “Sesungguhnya aku benci menyebut nama Allah Azza wa Jalla kecuali aku di dalam keadaan bersih (daripada hadas kecil).”
(Hadis riwayat Abu Daud)

Adapun menyebut dan memuji-muji Allah terutama dengan nama-nama Al-Asma’ Al-Husna dan memberi selawat dan salam kepada Nabi, dijelaskan di dalam surah Al-A‘raf ayat 180 yang tafsirnya :
“Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu.”
Daripada Anas Radhiallahu ‘anhu berkata:
“Setiap doa itu terhalang sehinggalah diucapkan selawat ke atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(Hadis riwayat Ad-Dailami)



3. Berdoa dengan jalan bertawassul dengan amal saleh. Allah berfirman di dalam surah Al-Ma’idah ayat 35 yang tafsirnya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang boleh menyampaikan kepadaNya (dengan mematuhi perintahNya dan meninggalkan laranganNya).”
Manakala diriwayatkan daripada Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda maksudnya :
“Tiga orang keluar berjalan-jalan lalu mereka kehujanan, maka mereka masuk ke dalam sebuah gua yang terdapat di sebuah gunung. Lalu (apabila hendak keluar) mereka terhalang oleh satu batu besar. Nabi bersabda: “Lantas berkata sebahagian mereka (salah seorang) kepada yang lain: “Berdoalah kamu kepada Allah dengan amal salih yang paling baik yang telah kamu lakukan. Maka berdoa salah seorang daripada mereka: “Ya Allah! Sesungguhya aku mempunyai ibu bapa yang sangat tua. Dulu aku selalu keluar mengembala, kemudian aku datang untuk memerah susu, aku membawa air susu selanjutnya untuk aku berikan kepada ibu bapaku lalu keduanya minum, kemudian barulah aku beri minum anakku, keluargaku dan isteriku. Maka pada satu malam aku terhalang (memberi minum keduanya) kerana aku datang (membawa susu) sedang keduanya sedang tidur. Nabi menyabdakan kata orang itu: “Aku (benci) tidak suka untuk membangunkan keduanya walaupun anak-anak menggeliat-geliat kelaparan di kakiku. Maka begitulah keadaan kebiasaanku dan kebiasaan mereka berdua sehingga terbit fajar. Ya Allah! Jika Engkau mengetahui bahawa aku telah melakukan sedemikian itu kerana semata-semata untuk mendapatkan keredaanMu, maka bebaskanlah kami daripada kesusahan ini yang dari situ kami boleh melihat langit”. Nabi bersabda: “Lalu dibebaskanlah mereka (dengan bergerak satu pertiga batu besar itu).
Berdoa seorang lagi yang lain: “Ya Allah! Jika Engkau mengetahui bahawa aku dulu pernah mencintai seorang perempuan iaitu salah seorang anak perempuan bapa saudaraku sebagaimana cinta yang mendalam seorang lelaki kepada seorang perempuan. Perempuan itu mengatakan: “Engkau tidak akan memperoleh sedemikian itu daripadanya sehingga engkau memberinya seratus dinar” Lalu aku berusaha sehingga aku berhasil mengumpulkannya (wang sebanyak itu), maka ketika aku duduk di antara kedua kakinya, dia (wanita itu) berkata: “Bertakwalah engkau kepada Allah dan janganlah engkau merosakkan mahkota kegadisan kecuali dengan haknya”. Lalu aku berdiri dan meninggalkannya, maka jika engkau mengetahui bahawa aku melakukan sedemikian itu kerana semata-mata mengharapkan keredaanMu, maka bebaskanlah kami daripada kesusahan ini”. Nabi bersabda: “Maka Allah membebaskan mereka (dengan bergerak batu itu) dua pertiga”. Berdoa pula seorang yang lain: “Ya Allah! Jika Engkau mengetahui bahawa aku mengupah seorang pekerja dengan beberapa cupak gandum lalu aku memberinya dan dia menolak untuk mengambil (upahnya). Lalu aku senghaja mengambil dari beberapa cupak gandum itu lalu aku tanam sehingga aku belikan daripada hasilnya seekor lembu dan pengembalanya, kemudian dia datang seraya berkata: “Wahai Hamba Allah! Berikan (kepadaku) hak saya”. Maka aku berkata: “Pergilah engkau kepada lembu itu dan pengembalanya, sesungguhnya itu adalah milikmu”. Pekerja itu berkata: “Adakah engkau menghinaku?” Aku menjawab: “Aku tidak menghinamu tetapi memang lembu itu benar-benar milikmu.” Ya Allah! Jika Engkau mengetahui bahawa aku melakukan hal sedemikian itu kerana semata-mata mendapatkan keredaanMu maka bebaskanlah kami”. Maka dibebaskanlah (musibah) itu daripada mereka.”
(Hadis riwayat Bukhari)



4. Berdoa menghadap ke kiblat dan mengangkat dua tangan sekira-kira nampak putih ketiak dan menyapu kedua tapak tangan ke muka setelah selesai. Daripada ‘Abbad bin Tamim Al-Mazini bahawa ia mendegar bapa saudaranya berkata maksudnya :
“Pada satu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pergi keluar memohon dikurniakan hujan. Maka Baginda membelakangi orang sambil berdoa mengadap kiblat dan membalikkan selendangnya, kemudian baginda bersembahyang dua rakaat.”
(Hadis riwayat Muslim)

Daripada Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu itu ada kemuliaan dan sesungguhnya semulia-mulia majlis ialah majlis yang dihadapkan ke kiblat.”
(Hadis riwayat Ath-Thabarani dan Al-Hakim)

Diriwayatkan pula daripada Anas Radhiallahu ‘anhu berkata maksudnya :
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya sewaktu berdoa sehingga ternampak putih kedua ketiaknya.”
(Hadis riwayat Muslim)

Daripada Umar bin Al-Khatthab Radhiallahu ‘anhu berkata maksudnya :
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila Baginda mengangkat kedua tangannya sewaktu berdoa, Baginda tidak akan menurunkan keduanya sehinggalah Baginda menyapukan keduanya ke mukanya.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)



5. Bersungguh-sungguh dalam berdoa dan merasa penuh yakin akan diperkenankan. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu maksudnya :
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin diperkenankan dan ketahuilah Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai serta tidak sungguh-sungguh.”


6. Berdoa disertai dengan kerendahan hati, khusyuk dengan jiwa yang tulus ikhlas,merendahkan suara di antara berbisik dan nyaring dan diiringi dengan perasaan takut azab Allah dan penuh harapan dengan limpah kurniaNya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman di dalam surah Al-A‘raf ayat 55 tafsirnya :
“Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan.”
Perkara ini ditekankan juga oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam sabdanya yang diriwayatkan daripada Abu Musa Al-Asy‘ari Radhiallahu ‘anhu maksudnya :
“Wahai Manusia! Berlembutlah kamu terhadap diri kamu sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yang tuli dan tidak juga yang ghaib, sesungguhnya Dia bersama kamu. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat yang berkat namaNya dan tinggi kebesaranNya.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Di dalam surah Al-Anbiya’ ayat 90, Allah berfirman maksudnya :
“Sesungguhnya mereka sentiasa berlumba-lumba dalam mengerjakan kebaikan, dan sentiasa berdoa kepada Kami dengan penuh harapan serta gerun takut dan mereka pula sentiasa khusyuk (dan taat) kepada Kami.”


7. Tidak berdoa dengan sesuatu yang tidak selayaknya seperti perkara yang tidak munasabah dan mustahil. Maka oleh kerana itu adalah lebih utama berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur yang datang daripada Al-Quran dan Sunnah dan para sahabat. Di samping doa-doa tersebut jauh daripada permohonan yang tidak selayaknya, doa-doa tersebut bersifat umum, menyeluruh dan padat. Daripada Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata maksudnya :
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai doa yang menyeluruh maknanya dan dia tinggalkan selain daripada itu.”
(Hadis riwayat Abu Daud)

Oleh kerana itu doa yang paling banyak Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam baca sebagaimana yang diriwayatkan daripada Anas Radhiallahu ‘anhu berkata maksudnya :
“Adalah doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang terbanyak sekali (Baginda baca ialah): “Ya Allah! Ya Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharakanlah kami daripada azab api neraka.”
(Hadis riwayat Bukhari)



8. Berterusan berdoa dan mengulang-ngulang doa sebanyak tiga kali dan tidak berputus asa serta tergesa-gesa menganggap doa tidak diperkabulkan. Diriwayatkan daripada Aisyah Radhiallahu ‘anha daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Maksudnya: “Sesungguhnya Allah Ta‘ala menyukai orang-orang yang mengulang-ngulang di dalam berdoa.”
(Hadis riwayat Baihaqi)

Daripada Abdullah bin Mas‘ud Radhiallahu ‘anhu berkata yang maksudnya :
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyenangi supaya seseorang itu berdoa tiga-tiga kali dan beristighfar tiga-tiga kali.”
(Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Manakala daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Dikabulkan (doa) salah seorang daripada kamu selama dia tidak tergesa-gesa iaitu dengan berkata: “Aku sudah berdoa (tetapi) tidak dikabulkan.”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Tersebut di dalam kitab Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah ‘ala Al-Adzkar An-Nawawiyah, Makki menyebutkan bahawa jarak masa doa Nabi Zakaria ‘Alaihissalam memohon dikurniakan zuriat dengan berita gembira adalah 40 tahun. Begitu juga sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu ‘Athiyyah daripada Ibnu Jarir, Muhammad bin Ali dan Adh-Dhahhak bahawa doa Nabi Musa ‘Alaihissalam kepada Firaun tidak diperkenankan melainkan setelah 40 tahun berlalu.
Sesungguhnya kadang-kadang doa belum diperkenankan kerana doa itu menjadi pahala yang disimpan di akhirat nanti dan adakalanya menjadi sebab dipalingkan seseorang itu daripada sesuatu keburukan dengan sebab doanya itu. Oleh itu adalah lebih baik terus menerus berdoa daripada merungut-rungut doa tidak dikabulkan. Daripada Abu Sa‘id Al-Khudri berkata sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Tiada seorang muslim berdoa dengan satu doa, bukan doa yang mengandungi dosa dan bukan doa yang memutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengurniakan dengan doanya itu salah satu daripada tiga perkara: sama ada dipercepatkan (disegerakan) baginya doanya itu, atau disimpan baginya pahala doanya itu di akhirat (sebagai balasan), atau dihindarkan daripadanya sesuatu keburukan seumpamanya. Mereka berkata: “Kalau begitu baiklah kami memperbanyakkan doa”. Bersabda Nabi: “Allah lebih banyak menerima doa hamba-hambanya.”
(Hadis riwayat Ahmad)



9. Memilih dan mengutamakan waktu-waktu dan tempat-tempat atau ketika dimana doa mudah dan cepat dikabulkan. Di antaranya ialah:
* Di satu pertiga akhir waktu malam dan selepas menunaikan sembahyang fardu. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Tuhan kami Tabaraka wa Ta‘ala turun tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal satu pertiga akhir waktu malam berfirman: “Barangsiapa yang berdoa kepadaKu maka Aku akan mengabulkannya baginya, barangsiapa meminta kepadaKu maka Aku akan memberinya, barangsiapa memohon keampunanKu maka Aku mengampuninya.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Diriwayatkan daripada Abu Umamah Radhiallahu ‘anhu berkata, telah ditanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
“Doa apakah yang lebih didengar (dikabulkan)?” Nabi bersabda: “(Doa tatkala) satu pertiga terakhir malam dan sesudah sembahyang fardu.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

* Malam Lailatulqadar. Firman Allah di dalam surah Al-Qadr ayat 3-5 yang tafsirnya :
“Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikut). Sejahteralah malam (yang berkat itu) hingga terbit fajar.”
Manakala diriwayatkan daripada Sayyidatina Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata yang maksudnya:
“Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu (katamu) jika aku mengetahui malam Lailatulqadar daripada mana-mana malam, apa yang hendak aku baca pada malam itu?” Nabi bersabda: “Engkau bacalah Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, suka mengampuni maka ampunilah aku.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

* Hari Arafah. Diriwayatkan daripada ‘Amr bin Syuaib daripada bapanya daripada neneknya sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Sebaik-sebaik doa ialah doa pada hari Arafah dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan ialah tiada tuhan melainkan Allah yang tunggal yang tiada sekutu bagiNya. BagiNya kekuasaan dan bagiNya puji-pujian dan Dia Maha Berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

* Bulan Ramadhan. Ini adalah kerana bulan Ramadan ialah bulan yang agung, bulan yang mulia lagi berkat serta dibukakan pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu Bulan Ramadan bulan yang diberkati, Allah memfardukan kepada kamu berpuasa di dalamnya. Dalam bulan Ramadan dibuka pintu-pintu syurga dan dikunci pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan.”
(Hadis riwayat Ahmad)

Tambahan lagi orang yang berpuasa itu tidak ditolak sebagaimana yang yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya:
“Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka: Orang yang berpuasa sehinggalah dia berbuka, imam (pemerintah) yang adil dan doa orang yang dizalimi.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)



* Hari dan malam Jumaat. Daripada Abu Lubabah bin Abdul Mundzir berkata, telah bersabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
“Sesungguhnya hari Jumaat itu adalah penghulu segala hari dan hari yang paling agung di sisi Allah dan ia (hari Jumaat) adalah lebih agung di sisi Allah dari Hari Raya Adha dan Hari Raya Fitri. Pada hari Jumaat itu terdapat lima peristiwa penting. (Iaitu) Allah mencipta Nabi Adam, Allah menurunkan Nabi Adam ke bumi, Allah mewafatkan Nabi Adam, pada hari itu ada satu waktu, bila seorang hamba memohon kepada Allah pasti Allah mengurniakannya selama mana dia tidak meminta yang haram dan pada hari itu juga terjadinya Hari Kiamat. Tiada satu malaikat Muqarrib, tidak juga langit, bumi, angin, gunung, dan lautan kecuali mereka itu merasa takut akan hari Jumaat.”
(Hadis riwayat Ibnu Majah)

Diriwayatkan pula daripada Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Apabila malam Jumaat, jika engkau berdaya bangun pada satu pertiga malam yang akhir, maka sesungguhnya padanya ada satu waktu yang dipersaksikan (oleh Allah dan para malaikat) dan doa pada waktu itu mustajab.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

* Di antara azan dan iqamah. Daripada Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak. Berkata para sahabat: “Maka apa yang patut kami katakan wahai Rasulullah (ketika itu)?” Nabi bersabda: “Pohonlah kepada Allah keafiatan di dunia dan di akhirat.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

* Ketika berhadapan dengan musuh di dalam peperangan. Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa‘d As-Sa‘idi bahawasanya dia berkata yang maksudnya :
“Dua masa dibukakan keduannya pintu-pintu langit dan sedikit sekali doa orang yang berdoa ditolak; ketika panggilan untuk mendirikan sembahyang dan berhadapan dengan musuh dalam peperangan.”
(Hadis riwayat Malik)

* Ketika sujud di dalam sembahyang. Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Sehampir-hampir seorang hamba kepada Tuhannya adalah (ketika) dia sujud, maka kamu perbanyakkanlah doa.”
(Hadis riwayat Muslim An-Nasa’i, Abu Daud dan Ahmad)

* Ketika mendengar kokokan ayam. Ini adalah berdasarkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya:
“Apabila kamu mendengar kokokan ayam maka mohonlah kepada Allah daripada kelebihanNya, sesungguhnya ayam itu telah melihat malaikat dan apabila kamu mendengar pekikan suara keldai maka mohonlah perlindungan dengan Allah daripada syaitan, sesungguhnya keldai itu telah melihat syaitan.”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Adapun sebab digalakkan berdoa pada waktu itu, adalah bagi mengharapkan pengaminan malaikat kepada doa yang dibacakan dan permohonan keampunan mereka kepada orang yang berdoa dan persaksian mereka terhadap keikhlasan orang yang berdoa. (Lihat Fath Al-Bari 6/508 dan Syarh Shahih Muslim 9/41)


Oleh kerana itu juga ketika mengucapkan amin pada surah Al-Fatihah di dalam sembahyang adalah saat dimakbulkan doa kerana para malaikat turut juga mengaminkan pada ketika itu berdasarkan riwayat daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Apabila imam mengucapkan amin maka hendaklah kamu mengucapkan amin, sesungguhnya sesiapa yang bertepatan aminnya dengan amin malaikat nescaya diampuni baginya apa yang terdahulu daripada dosanya.”
(Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

* Ketika waktu hujan. Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa‘d berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Dua ketika (di mana doa) tidak ditolak atau sedikit sekali yang ditolak: (iaitu) berdoa ketika azan dan ketika pertempuran sedang berkecamuk (dan dalam satu riwayat mengatakan) dan ketika hujan.”
(Hadis riwayat Abu Daud)

* Ketika meminum air zam zam. Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Air Zamzam itu menurut kehendak tujuan meminumnya. Jika engkau meminumnya untuk memohonkan kesembuhan dengannya nescaya Allah akan menyembuhkanmu dan jika engkau meminumnya untuk memohon perlindungan nescaya Allah akan melindungimu dan jika engkau meminumnya bagi melepaskan rasa dahagamu nescaya Allah akan melepaskannya dan jika engkau meminumnya bagi kekenyanganmu nescaya Allah akan mengenyangkanmu, ia (air Zamzam) itu adalah lekukan daripada pukulan malaikat Jibril dan minuman Nabi Ismail.”
(Hadis riwayat Ad-Daraquthni dan Al-Hakim)

* Ketika membaca Al-Quran terutama apabila khatam. Diriwayatkan daripada ‘Imran bin Hushain berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Barangsiapa yang membaca Al-Quran maka bermohonlah (berdoa) kepada Allah dengan Al-Quran, sesungguhnya akan datang suatu kaum yang membaca Al-Quran meminta (upah dan sedekah) kepada manusia dengan membacanya.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Diriwayatkan pula daripada Mujahid Radhiallahu ‘anhu berkata yang maksudnya :
“Telah diutus seseorang kepadaku dan dia berkata: “Sesungguhnya kami menjemputmu kerana kami hendak mengkhatam Al-Quran dan sesungguhnya telah sampai kepada kami bahawa doa diperkabulkan ketika mengkhatam Al-Quran. Berkata Mujahid: “Maka mereka berdoa dengan beberapa doa (ketika khatam Al-Quran).”
(Riwayat Ad-Darimi)

* Di tempat-tempat yang mulia kerana keberkatannya dan kemuliaan yang dikurniakan oleh Allah seperti di Masjidilharam, Masjid An-Nabawi dan Masjid Al-Aqsa. Para ulama berpendapat bahawa berdoa di tempat-tempat ini adalah mustajab kerana melihat kepada keberkatan dan kemuliaannya di samping rahmat Allah yang luas di tempat-tempat tersebut. Diriwayatkan daripada Abu Darda’ Radhiallahu ‘anhu daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Satu kali sembahyang di Masjidilharam adalah menyamai dengan seratus ribu kali sembahyang, dan satu kali sembahyang di masjidku (Masjid An-Nabawi) menyamai dengan seribu kali sembahyang, dan satu kali sembahyang di Baitulmaqdis menyamai dengan lima ratus kali sembahyang.”
(Hadis riwayat Ath-Thabarani)



Tuntutan dan etika di dalam berdoa, bukan hanya menghendaki kita berdoa untuk diri sendiri, akan tetapi ia juga menghendaki kita mendoakan untuk orang lain terutama kepada ibu bapa, zuriat keturunan, ahli keluarga, saudara mara, muslimin dan muslimat sama ada yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia. Doa yang seumpama ini banyak tersebut di dalam Al-Qur’an. Di antaranya ialah doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam di dalam surah Ibrahim ayat 41 yang tafsirnya :
“Wahai Tuhan kami! Berilah keampunan bagiku dan bagi kedua ibu bapaku serta bagi orang-orang yang beriman, pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan.”
Ibu bapa adalah orang yang terutama sekali untuk didoakan oleh anak-anak sebagai membalas jasa keduanya memelihara dan mendidik di waktu kecil. Anjuran ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala dalam surah Al-Isra’ ayat 24 yang tafsirnya :
“Dan doakanlah (untuk mereka dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua (ibu bapaku) sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”
Sesungguhnya doa anak-anak kepada kedua ibu bapa adalah besar manfaatnya, lebih-lebih lagi apabila keduanya telah meninggal dunia. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Apabila seseorang meninggal dunia, terputus amalnya daripadanya melainkan daripada tiga (sumber); daripada sedekah jariah atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak salih yang mendoakannya.”
(Hadis riwayat Muslim)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengangkat darjat seseorang hamba yang salih di dalam syurga, maka dia berkata: “Wahai Tuhanku! Dari mana saya memperoleh darjat ini?” Allah menjawab: “(Ianya) daripada doa permohonan keampunan yang dilakukan oleh anakmu.”
(Hadis riwayat Ahmad)

Sebagaimana anak-anak dianjurkan berdoa untuk kedua ibu bapa, begitu juga ibu bapa adalah dianjurkan supaya mendoakan anak-anak mereka sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam berdoa untuk anaknya yang tersebut di dalam surah Ash-Shaffat ayat 100 yang tafsirnya :
“Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang tergolong daripada orang-orang yang salih.”
Mendoakan orang lain lebih-lebih lagi orang yang tiada hadir dan tanpa pengetahuannya adalah lebih cepat dan mudah dikabulkan sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Doa yang paling cepat diterima ialah doa seseorang bagi seseorang yang lain yang tidak hadir.”
(Hadis riwayat Abu Daud)

Manakala daripada Ummu Ad-Darda’ berkata, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :
“Doa seorang muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di sisi kepalanya ada malaikat yang diwakilkan setiap kali dia berdoa bagi saudaranya itu. Malaikat yang diwakilkan itu pula berkata: “Amin, dan bagimu seumpama (yang didoakan).”
(Hadis riwayat Muslim)



Imam Nawawi Rahimahullah Ta‘ala berkata bahawa doa yang semacam ini mustajab kerana keikhlasan orang yang mendoakan itu. Setengah ulama salaf apabila mereka hendak berdoa untuk diri mereka sendiri, mereka akan mendoakan juga saudara mereka yang muslim dengan doa yang seumpamanya kerana cara doa seperti ini adalah mustajab, di samping mereka juga akan mendapat seumpama apa yang mereka doakan bagi saudara mereka yang muslim itu. (lihat Syarh Shahih Muslim 9/44)
Oleh kerana itu juga, adalah disunatkan meminta agar didoakan oleh orang-orang yang mempunyai kelebihan seperti orang-orang salih sekalipun dia (orang yang meminta didoakan itu) mempunyai kedudukan yang lebih baik daripada orang tersebut (orang yang diminta supaya mendoakan), berdasarkan riwayat daripada Ibnu Umar daripada Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
“Sesungguhnya dia (Umar) meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukan umrah. Lalu Nabi bersabda: “Wahai saudaraku! Sertakan kami di dalam doamu dan jangan engkau melupakan (untuk mendoakan) kami.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

Dari itu janganlah berdoa untuk diri sendiri sahaja, berdoalah untuk orang lain juga hatta kepada orang yang bukan berugama Islam sekalipun, tetapi dengan syarat bukan doa yang berbentuk permohonan keampunan bagi mereka, kerana ianya dilarang sebagaimana firman Allah di dalam surah At-Taubah ayat 113 yang tafsirnya :
“Tidaklah dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, sesudah nyata bagi mereka bahawa orang-orang musyrik itu adalah ahli neraka.”
Doa yang diharuskan kepada orang yang bukan Islam ialah doa agar mereka mendapat hidayat, sihat tubuh badan dan seumpamanya yang layak disebutkan untuk orang yang bukan Islam sebagaimana diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata yang maksudnya :
“Thufail bin ‘Amr datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kabilah Daus telah menderhaka dan enggan (menerima Islam), mohonlah (berdoalah) kepada Allah agar keburukan ke atas mereka” Orang-orang menyangka bahawa Baginda akan berdoa memohon sesuatu keburukan ke atas mereka (kabilah Daus). Maka Baginda bersabda: “Ya Allah! Berikanlah hidayat kepada kabilah Daus dan datangkanlah mereka sebagai orang-orang Islam.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Selain daripada itu juga yang berhubung dengan doa, setiap orang Islam hendaklah menghindari daripada menzalimi dan menganiayai orang lain sekalipun kepada orang yang berbuat maksiat kerana doa orang yang dizalimi itu adalah sangat mustajab sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Mu‘az bin Jabal ketika Baginda mengutusnya ke Yaman yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma yang maksudnya :
“Dan takutlah engkau akan doa orang yang dizalimi, sesungguhnya (doa orang yang dizalimi itu) tidak ada di antaranya dan di antara Allah pendinding.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Diriwayatkan pula daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
“Doa orang yang dizalimi itu adalah mustajab, sekalipun dia adalah seorang yang berbuat maksiat, kerana kemaksiatannya itu adalah tertanggung ke atas dirinya sendiri.”
(Hadis riwayat Ahmad)



Akhirnya sebagai penutup, setiap orang Islam hendaklah memperbanyakkan doa. Berdoa adalah menunjukkan akan ingatan kepada Allah Yang Maha Berkuasa. Mengingat Allah hendaklah dilakukan di setiap masa sama ada di waktu senang atau susah. Begitulah juga dengan amalan dalam berdoa hendaklah dilakukan di setiap masa lebih-lebih lagi di waktu senang dan mewah, dengan itu apabila di waktu susah doa akan mudah diperkenankan sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallah ‘anhu yang maksudnya:
“Barangsiapa suka supaya dikabulkan doanya oleh Allah di waktu kesulitan dan kesusahan, maka hendaklah dia memperbanyakkan doa di waktu senang.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)

10 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W.


10 SURAH YANG MUJARAB DARI NABI MUHAMMAD S.A.W.

Post
  1. SURAH AL-FATIHAH

    Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t.

    Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.



    2. SURAH YAASIN

    Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur'an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur'an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur'an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.)

    Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan "At-Mu'ammah" (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban).

    Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.
    3. SURAH AT-DHUHAN

    Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.



    4. SURAH AL-WAQI'AH

    Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap-tiap malam, insya'Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya'Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya'Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak.

    Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi'ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi'ah Ayat 35-38 ialah : "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.



    5. SURAH AL-KHAUTHAR

    Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya'Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.

    6. SURAH AL-KHAAFIRUUN

    Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur'an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi).

    Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.



    7. SURAH AL-MULK
    Sebuah lagi Surah dari Al-Qur'an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya'Allah, akan terselamat dari azab kubur.

  2. 8. SURAH AL-IKHLAS

    Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya :

    "Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur'an." Siti Aisyah lalu berkata, "Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur'an sebanyak 30 juzuk itu." Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, "Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur'an keseluruhannya."

    Dari Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., "Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali.

    Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : "Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat."



    9. SURAH AL-FALAQ

    Siti Aisyah menerangkan : "Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala.

    Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut.

    Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.



    10. SURAH AN-NAS

    Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin.
    Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.

Orang Yang Didoakan Oleh Malaikat


Orang-orang yang Didoakan oleh Malaikat.


Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat.

Allah SWT berfirman,
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya"
(Al-Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ;
'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu solat.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya;
'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di saf bagian depan di dalam solat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang-orang) yang berada pada saf - saf terdepan"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung saf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).
Para Imam iaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang - orang yang menyambung saf - saf"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda;
" Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadith ini)

7. Orang - orang yang melakukan solat subuh dan asar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Al Musnad no. 9140, hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda;
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata amin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'"
(Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)




10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadith ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh"
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)